Tekan Over Kapasitas 15 Narapidana Rutan Kelas IIB Bengkulu Dipindahkan

Gambar: Tekan Over Kapasitas 15 Narapidana Rutan Kelas IIB Bengkulu Dipindahkan

TNews,BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali melakukan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas hunian (Over capacity). Sebanyak 15 narapidana dimutasikan ke sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan lain di wilayah Provinsi Bengkulu, Selasa (16/12/2025).

Terpantau Proses pemindahan narapidana dilakukan dengan pengawalan ketat oleh petugas pemasyarakatan. Sebelum dimutasikan, para narapidana terlebih dahulu melalui tahapan pemeriksaan administrasi, kesehatan, serta penilaian keamanan, Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses mutasi berjalan aman, tertib dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, Dari jumlah tersebut 10 narapidana dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, dan lima narapidana lainnya ke Rutan Kelas IIB Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan bahwa mutasi narapidana ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan angka over kapasitas yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengelolaan rutan. Saat ini, jumlah penghuni Rutan Bengkulu diketahui telah melebihi kapasitas ideal, sehingga diperlukan redistribusi warga binaan ke unit pelaksana teknis pemasyarakatan lain yang masih memungkinkan.

“Mutasi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan, sekaligus memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi dengan baik, tentu kondisi over kapasitas tidak hanya berdampak pada kenyamanan hunian, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan apabila tidak ditangani secara tepat”.Jelasnya

Yulian menambahkan langkah mutasi ini juga sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka optimalisasi pengelolaan hunian dan pembinaan narapidana. Dengan distribusi yang lebih merata, diharapkan proses pembinaan, pelayanan kesehatan, serta program pembinaan kemandirian dan kepribadian dapat berjalan lebih efektif.

“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi terhadap jumlah penghuni dan berkoordinasi dengan kantor wilayah serta unit pemasyarakatan lainnya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah tahanan dan narapidana. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif, aman, dan manusiawi bagi seluruh warga binaan,” pungkas Yulian.

Laporan: Wawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *