TNews, BENGKULU – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing membawa perubahan signifikan bagi wajah Bengkulu. Melalui program bertajuk Kerja Nyata, transformasi kota berlangsung masif, mulai dari infrastruktur jalan, penataan ruang publik, penerangan, drainase, hingga revitalisasi kawasan wisata.
Dalam kurun waktu 12 bulan, lanskap kota tak sekadar bersolek, tetapi benar-benar berbenah. Dari lorong-lorong permukiman hingga pusat keramaian, perubahan kini semakin terasa oleh masyarakat.
Belungguk Point, Ikon Baru Ruang Publik Modern
Salah satu capaian paling menonjol adalah kehadiran Belungguk Point di sepanjang Jalan S. Parman, Padang Jati. Kawasan ini menjadi simbol revitalisasi ruang publik yang lebih modern, humanis, dan estetik.
Rehabilitasi pedestrian di Jalan S. Parman kini menghadirkan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki. Pemasangan lampu pedestrian dan lampu hias tematik membuat kawasan ini hidup di malam hari, menjadikannya magnet baru bagi warga untuk berkumpul dan beraktivitas.
Belungguk Point bukan sekadar proyek fisik, tetapi representasi perubahan wajah Kota Bengkulu yang lebih tertata dan ramah publik.
Infrastruktur Masif: 94 Link Jalan Dituntaskan
Komitmen “Kerja Nyata” paling terasa pada sektor infrastruktur. Hingga satu tahun berjalan, sebanyak 94 link jalan berhasil ditingkatkan, mencakup jalan utama hingga jalan lingkungan.
Capaian Infrastruktur:
1. Jalan Mulus Hingga Permukiman
Sebanyak 61 ruas jalan telah diaspal hotmix, termasuk rehabilitasi Jalan Arujajar lanjutan sepanjang 1.050 meter serta sejumlah jalan di kawasan Kandang Mas dan Bumi Ayu.
2. Konstruksi Rigid Beton Tahan Lama
Sebanyak 33 ruas jalan dibangun menggunakan rigid beton di titik-titik yang membutuhkan daya tahan ekstra, seperti Jalan Sungai Rupat dan sejumlah gang di Sukamerindu.
3. Bengkulu Terang Benderang
Sebanyak 813 titik lampu jalan dipasang di lingkungan kota, ditambah 226 titik di kawasan Pantai Panjang, memperkuat keamanan dan estetika kota pada malam hari.
4. Solusi Banjir dan Akses Air Bersih
Penanganan drainase dilakukan di 58 titik, mencakup rehabilitasi dan normalisasi saluran utama. Selain itu, sebanyak 1.500 Sambungan Rumah (SR) baru disiapkan untuk memperluas akses air minum masyarakat.
Ruang Hijau, Pariwisata, dan Sosial Jadi Prioritas.
Pemerintah Kota juga merehabilitasi 12 taman kota, termasuk Taman Smart City di Jalan S. Prapto, Taman Berkas, dan Taman Kota Tuo, guna menghadirkan ruang terbuka yang nyaman dan ramah keluarga.
Di sektor pariwisata, penataan kawasan Pantai Panjang mencatat sejarah melalui penanaman 10.000 pohon kelapa yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sementara di bidang kesejahteraan sosial, program bedah rumah menyasar 87 unit rumah tidak layak huni. Dukungan bagi nelayan juga diwujudkan melalui pembagian alat tangkap untuk 14 kelompok nelayan.
Target 2026: 200 Jalan Baru hingga Jembatan Merah Putih
Pembangunan tidak berhenti di tahun pertama. Pemerintah telah merancang program lanjutan pada 2026, meliputi:
1. Peningkatan 200 ruas jalan baru
2. Pembangunan Jembatan Merah Putih
3. Revitalisasi kawasan bersejarah Kampung Cina
4. Penguatan infrastruktur dan penataan kota berkelanjutan.
Satu tahun mungkin waktu yang singkat dalam sejarah sebuah kota. Namun bagi Bengkulu, periode ini menjadi fondasi kuat menuju kota yang lebih modern, religius, dan bahagia.
Deretan aspal baru, taman yang tertata, hingga cahaya lampu yang menerangi sudut kota menjadi saksi bahwa “Kerja Nyata” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam aksi.* (Freddy/RMC)













