TNews, BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda silaturahmi antara Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah dengan Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, yang berlangsung di Balai Kota Merah Putih, Selasa sore (17/2/2026).
Pertemuan itu dihadiri para Asisten, Staf Ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat se-Kota Bengkulu, serta jajaran pejabat utama Polresta Bengkulu. Suasana diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun Kota Bengkulu yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa situasi yang aman dan terkendali, berbagai program strategis—mulai dari investasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan publik—akan sulit berjalan optimal.
“Stabilitas keamanan adalah prasyarat utama agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung maksimal. Karena itu, sinergi dengan kepolisian menjadi sangat penting,” ujarnya.
Fokus Penataan Pantai Panjang
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah penataan kawasan Pantai Panjang. Kawasan wisata andalan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon pariwisata daerah, namun membutuhkan pengelolaan yang lebih tertib agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Wali kota menekankan pentingnya dukungan aparat kepolisian dalam pengamanan serta penertiban aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di kawasan tersebut. Pemerintah kota menargetkan Pantai Panjang menjadi ruang publik yang bersih, aman, dan tertata.
Penataan Pasar Tradisional
Selain kawasan wisata, penataan pasar tradisional juga menjadi perhatian serius. Dedy menilai pasar merupakan pusat perputaran ekonomi rakyat yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Penataan fisik, pengaturan lalu lintas, serta penegakan aturan diperlukan guna mencegah kemacetan, kesemrawutan, dan potensi konflik antar pedagang.
“Pasar harus rapi dan tertib. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Komitmen Polresta Bengkulu
Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh agenda Pemerintah Kota Bengkulu. Ia memastikan Polresta akan mengedepankan langkah preventif dan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami siap bersinergi dalam pengamanan kegiatan masyarakat, penataan ruang publik, hingga pencegahan gangguan kamtibmas. Koordinasi yang baik akan mempercepat terciptanya situasi kota yang aman dan tertib,” ujarnya.
Langkah preventif seperti patroli rutin, dialog dengan masyarakat, serta penguatan peran bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Bengkulu dan Polresta berharap tercipta iklim sosial yang kondusif sebagai fondasi percepatan pembangunan. Sinergi kedua institusi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Kota Bengkulu yang aman, nyaman, dan semakin berdaya saing.* (Freddy)













