Penertiban PKL di Bengkulu Diwarnai Dugaan Pengancaman, Satpol PP Tempuh Jalur Hukum

Gambar: Penertiban PKL di Bengkulu Diwarnai Dugaan Pengancaman, Satpol PP Tempuh Jalur Hukum.

TNews, BENGKULU — Operasi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu di Jalan Semangka Raya, Kamis (22/1/2026), diwarnai dugaan pengancaman terhadap petugas.

Seorang pria yang diduga pedagang ayam mengacungkan senjata tajam jenis parang ke arah petugas saat penertiban berlangsung. Peristiwa tersebut memicu kepanikan di lokasi, sehingga petugas dan warga sekitar sempat menjauh untuk menghindari potensi tindakan berbahaya.

Situasi berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban.

Pasca kejadian, Satpol PP Kota Bengkulu melaporkan insiden tersebut ke Polsek Gading Cempaka, dengan pendampingan Tim Hukum Pemerintah Kota Bengkulu.

“Kami telah menyampaikan laporan terkait dugaan pengancaman terhadap anggota Satpol PP yang sedang menjalankan tugas,” kata Kasatpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang, Sabtu (24/1/2026).

Sahat menjelaskan, penertiban tersebut merupakan kegiatan rutin dalam rangka penegakan peraturan daerah serta penataan ruang publik agar tetap tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, di tengah proses penertiban, terjadi penolakan dari salah satu pedagang. Dalam kondisi yang memanas, pria tersebut diduga mengancam petugas dengan mengacungkan parang.

Sahat menegaskan, Satpol PP mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap kegiatan penertiban. Penindakan hukum, menurut dia, ditempuh apabila situasi sudah mengarah pada ancaman keselamatan aparat maupun masyarakat.

“Penegakan perda harus tetap berjalan, tetapi keselamatan personel juga menjadi prioritas. Karena itu, langkah hukum ditempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap anggota,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau para pedagang untuk mematuhi ketentuan berjualan di ruang publik serta menyelesaikan permasalahan melalui cara-cara yang tidak melanggar hukum.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengancaman tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mendalami kronologi kejadian di lapangan.*

Peliput: Freddy Watania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *