TNews, KOTA BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., turun langsung membantu seorang warga bernama Pak Pandi yang mengalami kelumpuhan dan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian serius.
Pak Pandi diketahui tidak lagi mampu berjalan dan harus menghidupi dua putrinya di sebuah rumah sewa sederhana yang berdampingan dengan kandang ayam. Kondisi tersebut terungkap setelah kisah hidupnya viral di media sosial dan menyentuh hati banyak pihak.
Mengetahui hal itu, Kapolda Bengkulu langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi Pak Pandi secara langsung. Dengan mata kepala sendiri, Irjen Pol. Mardiyono menyaksikan keterbatasan hidup warganya yang membutuhkan uluran tangan
“Alhamdulillah, siang ini kita memberikan bantuan kepada Pak Pandi. Beliau tidak bisa berjalan dan memiliki dua putri yang perlu perhatian kita. Selama ini mereka menyewa rumah, bahkan di belakangnya terdapat kandang ayam,” ujar Irjen Pol. Mardiyono dengan penuh empati.
Sebagai tindak lanjut, Kapolda Bengkulu menggandeng Ketua DPD REI Bengkulu Syamsu Ihwan yang dengan sukarela menghibahkan sebidang tanah untuk Pak Pandi. Tak hanya itu, seluruh personel Polda Bengkulu akan bergotong royong membangun rumah layak huni bagi keluarga tersebut.
“Insyaallah dalam waktu satu bulan, rumah ini akan selesai dan siap dihuni,” tegas Kapolda Bengkulu. Jumat (16/1/2025)
Aksi kemanusiaan tersebut turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kapolda Bengkulu yang telah menjadi penggerak utama dalam membantu warga kurang mampu.
“Hari ini kita membangun rumah Pak Pandi. Tanah dari Ketua REI, rumah dari Bapak Kapolda, dan insyaallah isinya dari Pemerintah Kota. Ini bukti nyata kepedulian kepada sesama,” ujar Dedy Wahyudi.
Langkah Kapolda Bengkulu ini menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi kekuatan nyata dalam membantu warga yang berada dalam kondisi paling rentan.*
Peliput: Freddy Watania













