TNews, KOTA BENGKULU- Pemerintah Kota Bengkulu mulai menata kawasan Pasar Panorama dengan memindahkan pedagang yang selama ini berjualan di trotoar dan bahu jalan ke dalam kios pasar. Hingga Selasa (13/1/2026), sebanyak 52 pedagang telah menempati kios yang disediakan di dalam area pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagrin) Kota Bengkulu, Alex Feriansyah, mengatakan pemindahan pedagang dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis. Para pedagang diberikan penjelasan secara langsung mengenai ketersediaan kios serta kondisi fasilitas di dalam pasar.
“Sudah ada 52 pedagang yang masuk. Kita menyediakan lapak dan sudah kita cek kondisi di dalam pasar terkait kelayakannya,” kata Alex
Berdasarkan data Dinas Perdagrin, dari total 281 kios dan los yang tersedia di Pasar Panorama, sebanyak 229 kios masih kosong dan siap digunakan. Pemerintah kota masih membuka kesempatan bagi pedagang lain yang selama ini berjualan di luar area pasar untuk masuk dan menempati kios tersebut.
Alex menjelaskan, pedagang yang telah masuk ke dalam pasar didominasi pedagang sayuran, ikan, dan ayam. Untuk mempercepat proses penataan, pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Panorama masih bersiaga menerima pedagang yang berminat berjualan di dalam pasar.
“Besok UPTD masih standby untuk menerima pedagang dari luar. Yang sudah masuk tadi sebagian besar pedagang sayur, ikan, dan ayam,” ujar Alex.
Upaya penataan kawasan Pasar Panorama ini turut melibatkan jajaran kecamatan dan kelurahan setempat. Sekretaris Camat Singaran Pati, Mardiansyah, bersama perangkat kecamatan serta aparat Kelurahan Lingkar Timur, Kelurahan Panorama, dan Kelurahan Dusun Besar ikut mendampingi proses pendekatan kepada para pedagang.
Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan mengedepankan komunikasi yang persuasif agar berjalan tertib dan kondusif, tanpa menimbulkan gesekan di lapangan.
Alex mengimbau para pedagang untuk berjualan sesuai dengan tempat yang telah disediakan di dalam pasar. Ia memastikan fasilitas yang tersedia cukup dan layak digunakan oleh pedagang ikan, daging, maupun komoditas lainnya.
“Kami mengimbau pedagang untuk tidak lagi berjualan di tempat yang tidak semestinya. Di dalam pasar tempatnya cukup dan layak, semua sudah siap. Tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk tidak masuk ke dalam pasar,” kata Alex.
Penataan Pasar Panorama ini diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam pasar rakyat.*
Peliput: Freddy Watania













