TNews, BENGKULU UTARA – Isu video syur yang belakangan beredar dan mengguncang ruang publik Bengkulu Utara akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak yang namanya disebut-sebut dalam polemik tersebut.
Seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dengan tegas membantah keterlibatannya dan menyatakan bahwa sosok dalam video yang beredar bukan dirinya.
Bantahan itu disampaikan saat yang bersangkutan menjawab konfirmasi awak media Harian Rakyat Online, Minggu (25/1/2026).
“Waalaikuumsalaam. Mokasih sdh ngub saya dak tau apo-apo kok sampe oknum-oknum media ko ngarah ke saya tanpa konfirmasi tanpa pembuktian. Bahkan berita sdh jd fitnah yg melebar dan menyebar kemano-mano. Saya tegaskan itu bukan saya,” tegas
IY alias Li, yang namanya beredar luas dalam rumor disebut-sebut sebagai Kabag Hukum Setdakab Bengkulu Utara.
Keberatan atas Opini dan Pemberitaan
Dalam keterangannya, pejabat tersebut menyatakan keberatan atas opini dan pemberitaan yang berkembang di ruang publik.
Menurutnya, isu video syur telah mengarah langsung kepada dirinya tanpa konfirmasi, tanpa verifikasi, dan tanpa pembuktian, sehingga berpotensi mencemarkan nama baik pribadi maupun keluarga.
Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berisiko menjurus pada fitnah yang meluas dan merugikan banyak pihak.
Rumor 4 Video Oknum Pejabat Lainnya
Di tengah bantahan tersebut, publik Bengkulu Utara juga diramaikan dengan rumor lain yang menyebut adanya empat video yang diduga melibatkan oknum pejabat Pemda lainnya, baik pria maupun wanita.
Rumor ini menyebar luas di media sosial dan grup percakapan, memicu spekulasi lanjutan di masyarakat. Namun hingga saat ini, rumor tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Belum ada identitas resmi yang dikonfirmasi, tidak ada bukti uji forensik digital yang dipublikasikan, serta belum ada keterangan dari aparat penegak hukum yang membenarkan klaim tersebut.
Sejumlah pihak mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi liar yang berpotensi menimbulkan fitnah baru.
Belum Ada Uji Forensik, Isu AI Ikut Bergulir
Sampai berita ini diterbitkan, polemik dugaan video syur tersebut masih diliputi tanda tanya. Belum terdapat:
hasil uji forensik digital, pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, maupun keterangan aparat penegak hukum terkait keaslian dan asal-usul video.
Di sisi lain, muncul pula dugaan di tengah publik bahwa video yang beredar bisa saja merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun dugaan ini juga belum dapat dipastikan secara teknis.
Bupati Bengkulu Utara Disebut Telah Menerima Laporan
Sumber yang berkembang menyebutkan, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septi Adinata, telah menerima laporan awal terkait rumor video syur yang diduga menyeret oknum pejabat, termasuk isu yang menyebut jabatan Kabag Hukum Setdakab.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati maupun Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengenai kebenaran laporan tersebut, langkah klarifikasi internal, atau kemungkinan pelibatan aparat penegak hukum.
Pengamat kebijakan publik menilai, jika laporan tersebut benar telah sampai ke pimpinan daerah, maka transparansi, kehati-hatian, dan mekanisme klarifikasi yang profesional menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta melindungi hak semua pihak.
Pengamat: Praduga Tak Bersalah Harus Dijaga
Sejumlah pengamat kembali mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah. Tanpa pembuktian hukum dan teknis yang sah, penyebutan nama atau penarikan kesimpulan terhadap individu tertentu dinilai berpotensi melanggar etika dan hukum.
Kasus ini juga dinilai sebagai ujian bagi profesionalisme media, integritas aparatur, serta transparansi pemerintah daerah dalam merespons isu sensitif yang melibatkan pejabat publik.
Media Buka Ruang Klarifikasi
Hingga kini, Pemkab Bengkulu Utara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan atas polemik yang berkembang.
Media ini menegaskan tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan konfirmasi dari seluruh pihak terkait, serta akan terus mengawal perkembangan isu ini secara berimbang demi memastikan kebenaran, keadilan, dan kepastian informasi di tengah masyarakat.*
Peliput: Freddy Watania













