TNews, Bengkulu Utara – Dugaan praktik mark-up anggaran mencuat dalam proyek pengadaan lampu jalan tenaga surya di Desa Padang Sepan, Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP), pada tahun anggaran 2025. Proyek tersebut diketahui menelan anggaran sebesar Rp262.503.000 untuk pemasangan 30 unit lampu jalan di beberapa titik desa.
Setelah Mencuat ke publik terkait Dugaan mark-up dalam proyek tersebut sepertinya akan menjadi atensi bagi pihak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan pemeriksaan terhadap laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Dana Desa tahun 2025, khususnya di wilayah Kecamatan Tanjung Agung Palik.
Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara, Markisman, S.Pi mengatakan audit tidak hanya menyasar satu kegiatan, melainkan seluruh penggunaan DD tahun 2025, baik fisik maupun nonfisik.
“Pengawasan realisasi DD ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya. Yang jelas nantinya tim kami bakal turun kesana untuk melihat realisasi serta pertanggung jawabannya terhadap penggunaan anggarannya.apakah sesuai atau belum. Yang jelas Kita dari pihak Inspektorat bekerja secara profesional berdasarkan standar audit dan netral,” terang Markisman.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Padang Sepan Imron, belum bisa dimintai klarifikasinya terkait hal ini.
Sebelumnya, Camat Tanjung Agung Palik (TAP) Zainal S.IP ketika dikonfirmasi awak media ini diruangannya, mengatakan bahwa terkait kegiatan pemasangan lampu jalan tersebut pihaknya tidak ikut ada ikut campur, karena hal tersebut kewenangan pihak pemdes Padang Sepan.
“Kalau untuk kegiatan pemasangan lampu jalan tersebut, kita tidak ikut campur karena itu kewenangan pihak desa. akan tetapi, kalo memang ada kesalahan harus ditindak sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Zainal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai anggaran yang dialokasikan untuk setiap unit lampu jalan tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran lampu jalan tenaga surya yang beredar saat ini. Jika dihitung secara rata-rata, biaya pengadaan satu unit lampu jalan dalam proyek tersebut mencapai sekitar Rp8,7 juta per unit, tentu hal tersebut menjadi pertanyaan publik terkait mengenai spesifikasi lampu, biaya instalasi, serta komponen pendukung lainnya yang menyebabkan nilai proyek mencapai ratusan juta rupiah.*
Laporan: Wawan













