Antisipasi Aksi Geng Motor Kian Meresahkan, Pemkot Bengkulu Terapkan Jam Malam Pelajar hingga 22.00 WIB

Gambar: Antisipasi Aksi Geng Motor Kian Meresahkan, Pemkot Bengkulu Terapkan Jam Malam Pelajar hingga 22.00 WIB.

TNews, BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu resmi mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi maraknya aksi geng motor dan kenakalan remaja di wilayahnya. Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu (21/2/2026).

Rapat yang digelar di Balai Merah Putih itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Turut hadir Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat, Dandim 0407 Kota Bengkulu Condro Edi Wibowo, Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Kasatpol PP Sahat Situmorang, para kapolsek, camat, serta lurah se-Kota Bengkulu.

Dalam arahannya, Dedy menegaskan bahwa aksi geng motor dan perang sarung yang terjadi di sejumlah titik, seperti kawasan Simpang Lima dan Jalan KZ Abidin II, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Untuk menjamin rasa aman dan tenteram masyarakat, seluruh lurah harus mengoordinasikan RT, RW, tokoh masyarakat, dan imam masjid agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing,” tegas Dedy.

Jam Pelajar Berlaku hingga 22.00 WIB

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bengkulu akan memberlakukan jam pelajar hingga pukul 22.00 WIB. Setelah batas waktu tersebut, pelajar tidak diperbolehkan berada di luar rumah tanpa keperluan yang jelas.

Apabila masih ditemukan anak-anak berkeliaran melewati jam yang ditetapkan, Satpol PP dan Linmas akan memberikan teguran serta mengarahkan mereka untuk kembali ke rumah. Pengawasan juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dedy juga meminta agar pos keamanan lingkungan (poskamling) di setiap RT tetap aktif, terutama selama bulan Ramadan, guna mencegah potensi gangguan keamanan akibat anak-anak yang berkumpul hingga larut malam.

Polisi Petakan 13 Titik Rawan

Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, meminta pihak kelurahan kembali mengaktifkan peran RT dalam melakukan kontrol sosial terhadap aktivitas warga.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Bengkulu, Yuda Setiawan, mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 terdapat tiga kejadian geng motor yang sempat viral, antara lain di Jalan Danau Dendam Tak Sudah, Kelurahan Dusun Besar, Jalan Merapi Raya, dan Jalan KZ Abidin.

Berdasarkan pemetaan kepolisian, sedikitnya terdapat 13 titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya kelompok geng motor di Kota Bengkulu, di antaranya kawasan Panorama, Bumi Ayu, Gading Cempaka, Kuala Alam, Danau Dendam, hingga Jalan Kalimantan Raya.

Pemerintah Kota Bengkulu bersama aparat kepolisian dan TNI menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya menjelang Ramadan 2026.* (Freddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *