Dedy Wahyudi Ingin Wisata Bengkulu Ramah dan Nyaman, Praktik Harga Mahal Dilarang Keras

Gambar: Dedy Wahyudi Ingin Wisata Bengkulu Ramah dan Nyaman, Praktik Harga Mahal Dilarang Keras.

TNews, BENGKULU – Menjelang libur Lebaran 2026, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan komitmennya untuk menjaga citra pariwisata daerah agar tetap ramah, aman, dan nyaman bagi wisatawan. Ia mengingatkan para pedagang di kawasan Pantai Panjang agar tidak kembali menaikkan harga secara tidak wajar seperti kejadian viral sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Dedy di hadapan para pedagang, Senin (2/3/2026), menjelang lonjakan kunjungan wisatawan pada masa libur Lebaran. Ia menegaskan bahwa praktik penjualan dengan harga “gila-gilaan” tidak boleh lagi terjadi.

“Tidak boleh terjadi lagi. Saya sudah wanti-wanti Kadis Pariwisata dan Kasat Pol PP. Jika masih ada pelaku usaha di kawasan wisata yang menjual dengan harga tidak masuk akal, akan kita beri sanksi tegas. Bahkan bisa tidak diperbolehkan berjualan lagi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan standarisasi harga atau Harga Eceran Tertinggi (HET) di kawasan Pantai Panjang. Di antaranya, kelapa muda murni Rp10.000, es teh dan air mineral Rp5.000, tarif parkir sepeda motor Rp2.000, dan mobil Rp3.000.

Dedy menjelaskan, kebijakan tersebut diambil karena para pedagang selama ini berjualan di atas lahan milik pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa. Karena itu, pemerintah memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab moral untuk mengatur harga demi kenyamanan publik.

“Kecuali berjualan di rumah pribadi, silakan pasang harga setinggi mungkin. Tapi di sini kita sedang membangun industri pariwisata yang sehat,” ujarnya.

Untuk memastikan aturan berjalan efektif, Pemkot akan memasang baliho dan spanduk besar di sepanjang kawasan pantai yang memuat daftar harga resmi serta nomor pengaduan langsung ke Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kasat Pol PP.

Selain Pantai Panjang, destinasi unggulan lain seperti Danau Dendam Tak Sudah dan Belungguk Point juga diharapkan ikut merasakan dampak positif kebijakan ini.

Dedy optimistis, dengan hilangnya praktik harga mahal yang tidak wajar, jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau Bengkulu ramai dikunjungi wisatawan, akan ada multiplier effect. UMKM tumbuh, hotel penuh, dan perputaran uang di masyarakat semakin besar,” tutupnya.* (Freddy/RMC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *