Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Dorong Aktifkan Risma, Siapkan Hadiah Umrah Gratis untuk Remaja Masjid

Gambar: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Dorong Aktifkan Risma, Siapkan Hadiah Umrah Gratis untuk Remaja Masjid.

TNews, BENGKULU – Dedy Wahyudi mengajak seluruh masjid di Kota Bengkulu mengaktifkan kembali peran Remaja Islam Masjid (Risma). Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung At-Taqwa.

Menurut Dedy, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda. Melalui Risma, para remaja dapat diarahkan pada kegiatan positif seperti kajian keagamaan, pelatihan kepemimpinan, serta aktivitas sosial yang memperkuat akhlak dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Masjid harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak muda. Jika Risma aktif, kegiatan keagamaan dan sosial akan hidup. Ini cara memakmurkan masjid sekaligus membentengi generasi dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Lomba Risma Tingkat Kota, Hadiah Umrah Gratis

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Bengkulu berencana menggelar lomba Risma tingkat kota. Penilaian akan mencakup aspek keaktifan organisasi, kreativitas program, hingga kontribusi dalam membina anggota dan memakmurkan masjid.
Risma terbaik akan mendapatkan penghargaan khusus berupa hadiah umrah gratis.

“Insya Allah kita siapkan hadiah umrah. Ini motivasi agar remaja semakin semangat belajar agama dan aktif dalam kegiatan masjid,” kata Dedy.

Respons atas Tantangan Sosial Remaja
Dorongan menghidupkan Risma, lanjut Dedy, dilatarbelakangi meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja.

Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat kasus pencurian dan kekerasan yang melibatkan pelajar tingkat SMP. Selain itu, fenomena geng motor yang anggotanya masih duduk di bangku SMP dan SMA juga menjadi perhatian serius.

Tak hanya itu, penyalahgunaan zat berbahaya seperti kebiasaan menghirup lem dan konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan turut memicu gangguan kesehatan pada remaja.

“Ada yang terlibat geng motor, ngelem, bahkan mengalami gangguan kesehatan serius akibat obat sembarangan. Ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Soroti Prostitusi Online dan Kasus HIV

Dedy juga menyoroti maraknya praktik prostitusi yang melibatkan remaja, termasuk penggunaan aplikasi daring. Fenomena ini, menurutnya, menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Ia mengungkapkan data kesehatan yang menunjukkan lebih dari seribu kasus HIV di Kota Bengkulu. Salah satu faktor yang diduga memicu tingginya angka tersebut adalah pergaulan bebas dan praktik prostitusi yang tidak terkendali.

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan keadaan. Semua harus peduli. Jika tidak ada kepedulian, angka HIV dan persoalan sosial akan terus meningkat,” tegasnya.

Peran RT, RW hingga Camat Diperkuat
Wali Kota meminta ketua RT, RW, lurah hingga camat lebih peka terhadap dinamika sosial di wilayah masing-masing. Menurutnya, pengawasan dan pembinaan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyimpangan perilaku remaja.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda.

“Pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal. Kita juga harus membangun kepribadian anak-anak agar tumbuh dengan iman kuat dan akhlak baik. Mari bersama hidupkan Risma dan jaga lingkungan,” tutupnya.* (Freddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *