TNews, BENGKULU – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) memaparkan capaian kinerja keuangan sekaligus arah strategis perseroan sebagai tindak lanjut pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025. RUPS tersebut menjadi momentum refleksi kinerja dan penegasan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengatakan capaian positif ini merupakan buah dari konsistensi transformasi bisnis, penguatan tata kelola, serta sinergi yang erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Bengkulu untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus mempertegas arah strategis ke depan. Kami berkomitmen membangun Bank Bengkulu yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan industri perbankan yang semakin dinamis,” ujar Iswahyudi, Rabu (28/1/2026).
Sebagai bank kebanggaan masyarakat Bengkulu, Bank Bengkulu terus meneguhkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang inklusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk dan layanan perbankan yang inovatif, relevan, dan semakin mudah diakses oleh masyarakat serta pelaku usaha di berbagai sektor.
Dalam proses transformasi, Bank Bengkulu secara konsisten memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama membangun institusi yang kredibel dan terpercaya. Penguatan struktur tata kelola, penyempurnaan proses bisnis, serta pencapaian tata kelola berkelanjutan menjadi fokus utama perseroan.
“Penerapan GCG bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi telah menjadi budaya kerja Bank Bengkulu. Dengan tata kelola yang kuat, kami optimistis mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Iswahyudi.
Di tengah tekanan ekonomi global dan tuntutan penguatan permodalan industri perbankan, Bank Bengkulu menunjukkan resiliensi yang solid. Berdasarkan laporan keuangan audited Tahun Buku 2025, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun, tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen mencapai Rp8,205 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, atau melonjak 34,70 persen dibandingkan Tahun Buku 2024.
Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang berada pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun.
“Struktur permodalan yang kuat menjadi modal penting bagi Bank Bengkulu untuk melakukan ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif,” kata Iswahyudi.
Ke depan, Bank Bengkulu akan memfokuskan strategi bisnis pada penguatan inovasi dan percepatan transformasi digital di seluruh lini layanan. Transformasi ini ditujukan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, sekaligus memperluas inklusi keuangan di Provinsi Bengkulu.
Dukungan terhadap sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga terus diperkuat guna meningkatkan kontribusi Bank Bengkulu terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain fokus pada kinerja bisnis, Bank Bengkulu juga berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan.
“Kami ingin kehadiran Bank Bengkulu tidak hanya dirasakan melalui layanan perbankan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial dan lingkungan di Bengkulu,” tutup Iswahyudi.
Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, Bank Bengkulu optimistis akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mitra pembangunan yang terpercaya, serta institusi perbankan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
yang tetap berada pada level sehat, dengan Return on Assets(ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun
“Struktur permodalan yang kuat menjadi modal penting bagi Bank Bengkulu untuk melakukan ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif,” kata Iswahyudi.
Ke depan, Bank Bengkulu akan memfokuskan strategi bisnis pada penguatan inovasi dan percepatan transformasi digital di seluruh lini layanan perbankan. Transformasi digital ini ditujukan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, sekaligus memperluas inklusi keuangan di Provinsi Bengkulu.*
Peliput: Freddy Watania













